Jumat, 25 Maret 2016

Adipura Kencana




              PATI TERIMA 3 PENGHARGAAN
Adipura, Wahana Tata Nugraha,
dan penghargaan Pasar Terbaik
se-Indonesia untuk kategori kota kecil. Lebih lanjut, Haryanto
menuturkan bahwa Adipura
yang akan dikirab kali ini adalah
Adipura ke-6 yang diraih
kabupaten Pati secara berturut-
turut dalam enam tahun terakhir
pada kategori kota kecil.
Sedangkan untuk Wahana Tata Nugraha dan Pasar Terbaik se-
Indonesia baru pertama kali
diraih Kabupaten Pati pada masa
kepemimpinanya.
Piala Adipura dan Penghargaan
Pasar Terbaik se-Indonesia
diterima Bupati dari Menteri
Negara Lingkungan Hidup, Berth
Kambuaya di Hotel Bidakara, Jakarta.
Sedangkan Piala Wahana Tata
Nugraha (WTN) dari presiden RI
untuk kategori Bidang Lalu lintas dan Sertifikat Wahana Tata
Nugraha dari Menteri
Perhubungan telah lebih dulu
diterima Bupati Pati di Aula Mataram, Gedung Kementrian Perhubungan di
Jakarta. Wahana Tata Nugraha,
menurut Bupati, diberikan atas
keberhasilan Pati dalam mengikuti penilaian Kinerja
Penyelenggarakan Sistem
Transportasi Perkotaan tahun
2012 untuk kategori kota
sedang.
Untuk penghargaan pasar terbaik se-Indonesia, Pasar Puri berhasil menyisihkan 30 pasar
terbaik lain dari berbagai kota
se-Indonesia.
“Pasar Puri mendapat nilai lebih karena memiliki komposer sampah atau pengolah limbah
yang dihasilkan pedagang”,
imbuh Haryanto.
Bupati yang ditemui usai
menerima penghargaan,
mengungkapkan rasa syukurnya
atas prestasi yang mampu diraih Kabupaten Pati di masa kepemimpinannya yang belum
genap satu tahun. Ia pun
mengatakan, penghargaan ini
merupakan keberhasilan
bersama, bukan hanya milik
Bupati atau pun wakil bupati,
melainkan milik Pemkab Pati
beserta stakeholder dan warga masyarakat Pati.
“Penghargaan ini kami persembahkan bagi seluruh
masyarakat Pati yang telah mampu mewujudkan kedisiplinan ber lalu lintas di jalan raya dan
juga dalam menjaga kebersihan
lingkungan,” terang Bupati.
Tak berhenti sampai disitu,
Bupati pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya pada dinas dan
instansi terkait dan juga
masyarakat yang telah bersatu
menjaga kebersihan lingkungan
dan sistem transportasi yang berbasis kepentingan publik yang
juga ramah lingkungan.
Bagaimanapun juga, lanjut
Haryanto, anugerah WTN juga telah menjadi salah satu faktor
pendukung keberhasilan
penilaian Adipura.
Bupati Haryanto menegaskan,
tidak mau berpuas diri dengan rentetan prestasi yang telah
didapatkan Kabupaten Pati saat ini. “Adanya penghargaan dan kirab nanti, harapannya bisa
memacu untuk meraih prestasi-
prestasi lain, baik itu anugerah
WTN 2013, Adipura 2014,
maupun prestasi lainnya yang
juga dibarengi dengan peningkatan pelayanan
masyarakat di semua bidang,”
imbuh Bupati.

           


Hasil gambar untuk Adipura pati

Sabtu, 12 Maret 2016

Go Green School

“Go Green School”


 “Go Green School” ini sendiri dapat diartikan sebagai “Sekolah Hijau” atau “Penghijauan Sekolah”. Biasanya “Go Green School” ini diupayakan dengan cara-cara tertentu, agar sekolah tersebut mempunyai satu perilaku atau tingkah laku yang patut untuk dicontoh orang lain dan dapat mendapatkan sebuah prestasi.
                     
Upaya-upaya “Go Green School” ini sendiri dapat dilakukan sengan cara-cara yang kita mulai dari : 

·                  “Membuang sampah pada tempatnya atau membuang sampah ditempat sampah.”
·                   “Sampah tentu mempunyai jenis bukan?” 
Biasanya dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
   Sampah Organik atau sampah yang dapat terurai oleh bakteri-bakteri pembusuk. 
Contohnya = kertas, daun, kain, ranting kayu, dsb.
   Sampah Anorganik atau sampah yang tidak dapat terurai oleh bakteri-bakteri pembusuk.
Contohnya = kaca, besi, plastic, dsb.

·                   “Menjaga kebersihan kamar mandi”
·                  “Peralatan kebersihan yang harus terpenuhi.”
·                  “Menanam tanaman di lingkungan sekolah.”
·                   “Menjaga dan merawat tanaman”
·                   “Menata lingkungan sekolah.”
·                  “Merawat semua barang yang merupakan bagian dari lingkungan sekolah

Konsep 5 R dalam Lingkungan Cara Menerapkan
Berikut ini dijelaskan tentang konsep 5 R:
1.Recycle

Recycle atau mendaul ulang adalah kegiatan mengolah kembali atau mendaur ulang. Pada perinsipnya, kegitan ini memanfaatkan barang bekas dengan cara mengolah materinya untuk dapatdigunakan lebih lanjut. Contohnya adalah memanfaatkan dan mengolah sampah organik untuk dijadikan pupuk kompos.
2.Reuse 
Reuse atau penggunaan kembali adalah kegiatan menggunakan kembali material atau bahan yangmasih layak pakai. Sebagai contoh, kantong plastik atau kantng kertas yang umumnya didapat dari hasil kita membeli sesuatu, sebaiknya tidak dibuang tetapi dikumpulkan untuk digunakan kembali saat dibutuhkan.Contoh lain ialah menggunakan baterai isi ulang. 
3 Reduce
Reduce atau Pengurangan adalah kegiatan mengurangi pemakaian atau pola perilaku yang dapat mengurangi produksi sampah serta tidak melakukan pola konsumsi yang berlebihan.
4 Replace
Replace atau Penggantian adalah kegiatan untuk mengganti pemakaian suatu barang atau memakai barang alernatif yang sifatnya lebih ramah lingkungan dan dapat digunakan kembali. Upaya ini dinilai dapat mengubah kebiasaan seseorang yang mempercepat produksi sampah.
5 Replant
Replant atau penamanan kembali adalah kegiatan melakukan penanaman kembali. Contoh melakukan kegiatan kreatif seperti membuat pupuk kompos dan berkebun di taman sekolah. Dengan menanam beberapa pohon, lingkungan akan menjadi indah dan asri, membantu mengurangi kontribusi atas pemanasan global.
Dengan menerapkan konsep 5 R yang telah dibahas, kita dapat ikut serta dalam melestarikan dan memelihara lingkunganbaik sekolah maupun rumah  agar tidak rusak atau tercemar.